Monday, 1 February 2016

KEINDAHAN OMBAK MENTAWAI SURGA BAGI PESELANCAR DUNIA

Kepulauan Mentawai Sumatera Barat merupakan destinasi wisata yang kurang familiar di telinga masyarakat Indonesia. Tapi tahu kah anda jika Mentawai secara geografis yang berada bagian barat laut Padang ini sangat fenomenal bagi wisatawan asing khususnya bagi pecinta surfing, menurut dinas pariwisata provinsi Sumatera Barat tercatat ada 7000 lebih pertahun  wisatawan asing datang berkunjung ke Mentawai.


Bukan tampa alasan dengan ditetapkannya 2 dari 71 titik spot selancar yang ada di Mentawai masuk 10 besar terbaik di dunia versi Surfer Magazine. Dua titik spot itu ialah Spot Lances Right di Katiet dan Spot Macaronis yang berada di Silabu.

Menurut kadin kebudayaan pariwisata,pemuda dan olah raga setempat dari 71 titik spot itu 49 termasuk berkategori eksklusif. Ada lagi beberapa spot yang disembunyikan oleh Surfer (perselancar) dikarenakan spot menjadi tidak eksklusif lagi jika terlalu banyak yang berkunjung disana.

Ombak di Mentawai mempunyai keunggulan yaitu  hampir semua memilik barel atau terowongan ombak yang konsisten. Bahkan ombak di Mentawai yang terpanjang di dunia (Refuse ) dengan panjang 100 meter dan itu hanya ada di Mentawai.
Tonton videonya

Olah raga selancar ( Surfing ) pasar unggulan untuk memacu laju pertumbuhan pengunjung pariwisata di Mentawai,dengan ragam ombak yang telah disebutkan tadi menjadi magnet atau daya tarik tersendiri bagi perselancar (Surfer ) untuk berselancar (Surfing) di kepulauan Mentawai. Dinas kebudayaan pariwisata setempat juga mencatat bahwa 85 persen turis asing yang berkunjung ke Mentawai pada umumnya adalah para perselancar. Dengan begitu tidak salah lagi bahwa keindahan ombak mentawai merupakan surga bagi peselancar dunia.

Saturday, 30 January 2016

GILI TRAWANGAN LOMBOK

Mendengar kata Gili Trawangan bukan sesuatu yang asing di telinga kita karena tempat ini sangat begitu populer baik di dalam ataupun diluar negeri. Keindahan alam yang eksotis serta mempunyai pantai yang indah menjadikan tempat ini salah satu tujuan wisata favorit yang layak dikunjungi.

Gili Trawangan yang berada di bagian barat laut Pulau Lombok terdiri dari tiga pulau yakni Gili Trawangan yang terbesar,Gili Meno dan Gili Air. Diantara ketiga gili (PULAU dalam bahasa setempat) Trawangan merupakan yang mempunyai fasilitas lebih serta nuansa pesta yang beragam dari dua pulau lainnya Gili Meno dan Gili Air,dipulau ini juga hampir 24 jam seakan tidak pernah tidur dari aktivitas pesta.

Kegiatan yang sangat populer di Gili Trawangan ini yakni diving, surfing, snorkeling, bermain kayak serta di beberapa tempat wisata diajari bermain kuda mengelilingi pulau. Yang unik dari Gili Trawangan adalah tidak adanya kendaraan bermotor karena memang tidak mendapat izin oleh aturan lokal setempat. Untuk sarana transportasi biasanya wisatawan menyewa sepeda yang banyak disewakan, cidomo (delman) yang umum dijumpai di Lombok. Untuk transfortasi penghubung dari dan ketiga pulau tersebut wisatawan menggunakan kapal motor atau speedboot.

Tonton videonya

Kelebihan Gili Trawangan Lombok dari pulau-pulau yang lain di Indonesia kita bisa menikmati sunrise serta sunset sekaligus, dikarenakan luas wilayah pulau tersebut memang kecil antara ujung timur ke ujung barat memiliki jarak yang pendek.
Penduduk yang menghuni pulau tersebut terdiri dari sasak(suku penduduk asli Lombok, Bali serta Bugis (suku dari sulawesi).

FESTIVAL MOYO SUMBAWA

Festival Moyo merupakan even tahunan yang diselenggarakan oleh dinas pariwisata provinsi Nusa Tenggara Barat(NTB) yang bertujuan untuk mengenalkan budaya sumbawa ke dunia. Dalam pelaksanaan Festival Moyo melakukan beberapa kegiatan diantaranya tari massal, pawai budaya, gebyar pesta jagung, jelajah wisata alam, pacuan kuda, Pacu dayung, jelajah motor,balap sepeda, bazar dan lebih banyak lagi.

Kegitannya tiap tahun bisa saja berubah bertambah banyak dikarenakan tingginya animo organisasi masyarakat untuk ikut andil di dalamnya, semakin banyaknya kegiatan yang dilaksanakan menandakan Festival moyo berkembang dan mendapat sambutan dari masyarakat setempat terutama bagi wisatawan baik yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri.

Tonton videonya

Kenapa namanya Festival moyo?.
Pemberian nama Moyo bukan tampa alasan, nama moyo diambil dari sebuah nama pulau kecil di Sumbawa yang memiliki keindahan alam panorama eksotis serta alam bawah laut yang memikat mata.
Pulau Moyo bukan saja terkenal di Indonesia tetapi juga di mancanegara,dengan adanya kegiatan Festival Moyo potensi-potensi yang ada akan lebih berkembang dan terkenal.

Saturday, 15 August 2015

ARSITEKTUR TRADISIONAL RUMAH GADANG MINANGKABAU SUMATERA BARAT

   
     Rumah gadang adalah adalah salah satu bagian dari budaya minangkabau yang nampak secara lahiriah. Arsitekturnya yang mempunyanyai khas tersendiri salah satu bagian budaya yang memperkaya khazanah nusantara
Ciri rumah gadang yang paling menonjol adalah bentuk atapnya yang melengkung dan menjulang tinggi pada kedua ujungnya sehingga kalau kita lihat dari depan akan menyerupai kepala kerbau. Bentuk atap yang demikian antara lain juga kita jumpai di Tana Toraja Sulawesi Selatan dan juga di rumah adat Tapanuli Sumatera Utara
Bentuk kepala kerbau itu mungkin saja bisa kita kaitkan dengan tradisi pemujaan arwah nenek moyang dari masa prasejarah melalui media megalit(budaya batu besar) yang peninggalannya memang sangat banyak terdapat di daerah Minang kabau,bahkan sampai saat ini masih subur legenda tentang "kerbau yang menang",namun banyak yang memberi keterangan bahwa bagian menjulang dari ujung atap itu sebagai "gonjong rabuang mambacuik" atau gonjong berbentuk rebung yang mencuat.

Arsitektur dan bagian-bagian bangunan

Sesuai dengan pengelompokan masyarakat minang,rumah gadang terdiri dari tiga tipe:
-Rumah gadang gajah maharam
-Rumah gadang rajo babandiang
-Rumah gadang bapaserek

A. Rumah gadang gajah maharam
     Rumah gadang maharam yang juga dikenal sebagai rumah gadang koto piliang,dapat dibedakan dengan rumah gadang rajo babandiang dan rumah gadang bapaserek antara lain karena perbandingan antara panjang,lebar dan tingginya menimbulkan kesan gemuk seperti gajah sedang mendekam. Ciri lain adalah pada sisi kiri dan kanannya ditinggikan dari lantai
Ukuran tidak diketahui,hanya disebut dalam pepatah petitih sebagai:"Selangkah gading,sepekik anak,sekejab kubin melayang,sekuat kuaran terbang,selanjar kuda berlari. Jadi ukuran rumah gaya gajah maharam tidak tertentu,yang terpenting selaras ,serasi,indah dan semua fungsi terpenuhi. Rumah gadang gajah maharam dengan sembilan ruangan ditambah anjung kiri dan kanan memerlukan 98 batang tiang. Atap rumah gaya gajah maharam berasal dari ijuk,akan tetapi sekarang banyak yang sudah diganti dengan seng dikarenakan susahnya untuk mendapatkan ijuk. Pada bagian sambungan dan pingiran-pingiran atapnya  bertatah timah

B. Rumah gadang rajo babandiang
   Dalam hal arsitektur tidak banyak perbedaan dengan jenis rumah gadang gajah maharam,hanya atapnya yang lebih tinggi dan mencuat ke atas.
Pada bagian dalamnya tidak beranjung. Bagian yang tampak ditinggikan dinamakan "tingkah". Pada bagian belakang rumah ada bagian yang ditinggikan lebih kurang sama dengan "tingkah"disebut"bandua". Bagian luar belakangnya sama dengan jenis rumah gadang gajah maharam.

C. Rumah gadang bapaserek
  Bapaserek beasal dari kata "seret" , yang diseret adalah bagian belakangnya sehingga kalau dilihat dari belakang akan tampak lebih keluar dari bagian dinding anjungan.
Rumah gadang ini ada anjungan akan tetapi hanya bagian sebelah kiri ujung dan lebih rendah seperti rumah gadang rajo babandiang,begitu juga bagian banduanya.

Fungsi Rumah Gadang

Rumah gadang gajah maharam adalah rumah adat,dibangun,dirawat dan ditempati sesuai aturan adat. Rumah gadang bukan milik perseorangan tetapi milik kaum,jumlah suatu kaum ditentukan oleh jumlah anggotanya. Rumah gadang harus jugs dilengkapi dengan sawah,ladang dan pandan perkuburan.
Kamar-kamar dihuni oleh anak perempuan sesuai adat matrilinear(garis keturunan ibu),sedangkan yang memimpin tetap seorang laki-laki dari saudara ibu.

Sebagai rumah adat yang juga berfungsi sebagai tempat bermusyawarah keluarga atau kaum tentang hal yang menyangkut masalah kehidupan dan penghidupan kaum itu.
Disamping fungsi secara keseluruhan,tiap-tiap bagian bahkan tiap-tiap  tiang dari rumah adat ini mempunyai fungsi masing-masing.



Proses Pembuatan
  Pembangunan rumah gadang perlu waktu yang panjang untuk mengumpulkan bahan,teknis pekerjaan dan tentu saja perlu waktu mengumpulkan dana yang banyak. Sejak persiapan hingga siap dihuni memerlukan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Memang pembangunannya dilakukan bertahap dan tiap tahap selalu diawali dengan musyawarah.

Mencari" tonggak tuo" (tiang tua atau tiang utama). Pekerjaan ini dilakukan oleh orang banyak secara teroganisir. Hari baik dipilih,dilakukan upacara,kemudian rombongan yang terdiri dari orang2 terpilih sesuai dengan fungsi atau ke ahliannya. Setelah pilihan dijatuhkan lalu penebangan dan di angkut gotong royong  kekampung disertai acara sukuran. Setelah semua bahan siap selanjutnya proses pengerjaan secara bertahap. Acara yang paling penting tahap ini adalah "managakkan tonggak tuo". Pekerjaan dilakukan dengan cara borongan namun makan minum para tukang tetap di jamin. Pekerjaan dilakukan dengan tertib,kayu-kayu yang tampak biasa diukir dengan berbagai pola dan motif. Setelah sluruh pekerjaan selesai,tahap berikutnya "menaiki" dengan upacara besar-besaran.

Perubahan tata nilai dalam masyarakat minang kabau tentu saja mempengaruhi pula bangunan rumah gadang yang merupakan produk adat. Kalau tidak baik-baik dijaga dan tidak adanya perhatian dari banyak pihak,maka tradisi ini pun akan teracam mundur atau mungkin punah. Jelas tradisi ini merupakan kekayaan budaya bangsa. Alangkah sayangnya kalau kelak anak cucu kita cuma mendengar saja kisah kemegahan rumah gadang tampa sempat menyaksikan dan menghayati sendiri.
Untuk itu marilah kita jaga dan kita bantu setiap upaya pelestarian warisan budaya bangsa ini agar kita tetap tegak berdiri diatas kepribadian bangsa sendiri.